Tony Taylor Airtiris: Dua Dekade Menjaga Kualitas Jahitan, Dari Pasar Hingga Instansi

Di tengah geliat UMKM di Kabupaten Kampar, Usaha Jahitan Tony Taylor Airtiris menjadi salah satu penjahit yang bertahan dan terus dipercaya hingga lebih dari dua dekade. Berdiri sejak 20 Juli 2004 di Pasar Airtiris, Tony Taylor tumbuh dari kerja keras dan ketekunan pemiliknya, Darmansyah, yang sebelumnya merupakan karyawan di usaha jahitan lain.

Berbekal pengalaman dan keinginan mempertajam keterampilan di dunia jahit, Darmansyah memutuskan membuka usaha sendiri. Nama Tony Taylor diambil dari nama anak terakhirnya, sebagai bentuk harapan dan doa agar usaha ini terus hidup dan berkembang.

Kini, Tony Taylor beralamat di Jalan Pekanbaru–Bangkinang, Simpang Jalan Baru, dekat Indomaret Airtiris. Setiap hari, usaha ini buka mulai pukul 08.00 hingga 00.00, melayani pelanggan dari berbagai kalangan.

Tony Taylor melayani jahitan pakaian pria dan wanita, dengan spesialisasi pakaian harian, seragam kantor dan dinas, seragam perusahaan, jas safari, blazer, jas mini, jas KET, hingga pakaian adat Melayu lengkap dengan tanjak. Usaha ini juga menerima jahitan satuan maupun pesanan dalam jumlah besar, termasuk menerima desain dari pelanggan, mengikuti contoh, serta melayani permak pakaian.

Pelanggan Tony Taylor berasal dari berbagai kalangan, mulai dari ASN, Forkopimda, guru, pimpinan bank, camat, hingga masyarakat umum. Bahkan, pesanan rutin dari sekolah, instansi, dan komunitas sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.

Salah satu pengalaman paling berkesan bagi Darmansyah adalah saat menerima pengadaan pakaian Melayu tingkat kabupaten, yang mempertemukannya langsung dengan ribuan PNS se-Kabupaten Kampar dalam suasana silaturahmi yang luas.

Dalam menjaga kepercayaan pelanggan, Tony Taylor mengutamakan kualitas dan ketepatan waktu. Setiap proses jahitan diawasi langsung sesuai aturan pimpinan, dengan melibatkan tenaga kerja profesional agar hasil tetap rapi dan ukuran tepat. Jika hasil tidak cocok, pihak Tony Taylor siap memperbaiki, bahkan mengganti jika tidak memungkinkan diperbaiki.

Dari sisi sistem kerja, penentuan harga disesuaikan dengan model dan tingkat kesulitan pesanan. Jahitan biasa dapat diselesaikan dalam 1×24 jam, bahkan tersedia paket ekspres pagi–sore. Untuk pesanan dalam jumlah banyak, waktu pengerjaan disepakati bersama klien atau organisasi. Sistem pembayaran menerapkan DP 30 persen, pelunasan saat selesai, dengan ketentuan pakaian yang tidak diambil lebih dari tiga bulan bukan menjadi tanggung jawab pihak penjahit.

Meski telah berjalan lama, tantangan utama yang dihadapi Tony Taylor masih berkisar pada permodalan. Hingga kini, promosi digital belum dimanfaatkan secara optimal. Namun Darmansyah menilai, digitalisasi akan mempermudah masyarakat menemukan lokasi usahanya.

Ke depan, Tony Taylor berharap dapat menjangkau pelanggan yang lebih luas, serta membuka peluang kerja sama dengan pemerintah, khususnya dalam pengadaan pakaian dinas. Ia juga berharap adanya dukungan teknis operasional, termasuk program pembinaan bagi pelajar putus sekolah agar memiliki keahlian menjahit langsung dari praktisi lapangan.

“Terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayai kami. Datanglah berbondong-bondong, kami siap melayani sesuai permintaan. Kualitas bagus, tepat waktu, dan harga bisa diatur,” tutup Darmansyah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top